Rabu, 04 April 2012

Pengaruh Pendidikan Terhadap Perkembangan Anak Prasekolah

 



 Tugas Kelompok 6 Genap :


           Menurut kelompok kami, Pendidikan pra sekolah sangat berpengaruh terhadap terhadap perkembangan fisik, kognitif, sosial dan emosi anak.  
Sebelumnya kami kami akan memaparkan pengertian pendidikan prasekolah itu sendiri, Apa itu pendidikan prasekolah???


Pendidikan pra sekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD adalah istilah yang merujuk pada pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak usia 5 tahun ke bawah. Pendidikan pra sekolah merupakan pendidikan yang penting bagi anak. Inilah sebabnya mengapa pendidikan pra sekolah harus dianggap secara serius untuk dipertimbangkan.
            Pada dasarnya pendidikan pra sekolah merupakan salah satu bagian penting dalam hidup anak karena merupakan pengalaman pendidikan dasar pertama yang diperoleh anak dan dasar bagi sosialisasi dan pengalaman hidup bersama orang lain di luar lingkungan keluarganya.

·  Perkembangan Fisik Anak Prasekolah

Aktifitas fisik yang dilakukan anak-anak, seperti olahraga, berlari, menari, bernyanyi, loncat, dan lain sebagainya memberi pengaruh besar terhadap perkembangan fisik anak prasekolah. Pada usia anak prasekolah ini, pertumbuhan fisik anak sangatlah penting, melalui lingkungan sekolah anak Kebutuhan terhadap pertumbuhan fisik anak dapat terpenuhi. Keaktifan anak akan semakin besar pada masa ini, anak akan semangat dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan anggota tubuh mereka, hal ini baik, karena keaktifan anak dalam bergerak berperan dalam perkembangan motorik anak, dan lingkungan sekolah akan lebih dapat untuk mengarahkan aktifitas yang lebih bermanfaat dan menyenangkan untuk anak.


  • Perkembangan Kognitif Anak Prasekolah

Proses kognitif penting dalam perkembangan anak karena berhubungan dengan proses mental dari fungsi intelektual. Hubungan kognisi dengan proses mental disebut sebagai aspek kognitif. Anak prasekolah keingintahuannya sangat besar, dengan banyaknya kegiatan yang anak lakukan di lingkungan sekolahnya, anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kognitifnya dengan lebih baik. Anak prasekolah juga sudah mulai terampil dalam berbahasa. Dalam proses pembelajaran seringkali anak dihadapkan kepada persoalan-persoalan yang menuntut adanya pemecahan. Kegiatan itu mungkin dilakukan anak secara fisik, seperti mengamati penampilan obyek yang berupa wujud atau karakteristik dari obyek tersebut. Tetapi lebih lanjut anak dituntut untuk menanggapinya secara mental melalui kemampuan berfikir, khususnya mengenai konsep, kaidah atau prinsip atas obyek masalah dan pemecahannya. Ini berarti aktivitas dalam belajar tidak hanya menyangkut masalah fisik semata, tetapi yang lebih penting adalah keterlibatannya secara mental yaitu aspek kognitif yang berhubungan dengan fungsi intelektual.
                                                                          

·  Perkembangan Sosial Anak Prasekolah
          Pendidikan prasekolah selain mendidik anak sambil bermain, umumnya juga berfokus pada pengembangan kemandirian, kedisiplinan, dan yang paling penting adalah kehidupan sosial pada anak. Manfaatnya adalah mengajarkan bagaimana hidup bermasyarakat sambil bermain bersama teman-teman lainnya. Umumnya anak memiliki satu atau dua sahabat, tetapi sahabat ini cepat berganti, mereka umumnya dapat cepat menyesuaikan diri secara sosial, mereka mau bermain dengan teman. Sahabat yang dipilih biasanya yang sama jenis kelaminnya, tetapi kemudian berkembang sahabat dari jenis kelamin yang berbeda. Dalam pembelajaran anak akan belajar bersosialisasi dengan baik walau terkadang anak-anak ini masih egosentris, namun jiwa sosial anak akan lebih terasah, anak mulai berbagi dengan teman-temannya, dan diharapakan perilaku ini akan menjadi kebiasaan yang baik sampai dirumah bukan hanya di lingkungan sekolah.

   

  • Perkembangan Emosi Anak Prasekolah

Anak-anak pada masa ini sangat eksperisif dalam menunujukkan emosinya. Mereka akan memperlihatkan emosi mereka dengan berbagai cara, contohnya dengan marah ataupun menangis. Anak- anak ini juga memiliki rasa iri hati, misalnya saja, dalam lingkungan sekolah anak-anak ini sering meperebutkan perhatian dari guru. Dalam lingkungan sekolah, anak-anak ini akan dididik untuk mengembangkan emosi mereka dengan baik, dengan bimbingan yang penuh kelembutan dan kooperatif, dapat mengembangkan emosi kearah positif, jika emosi anak dapat dikembangkan dengan baik, anak akan menunjukkan hal-hal yang posittif, anak akan berekspresi dengan lebih positif juga.


Demikianlah hasil diskusi kelompok kami, mohon maaf jika ada kekurangan serta kesalahan, terimakasih...:)

Sumber :
 
www.duniapsikologi.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar